educational center APDSPC
educational center APDSPC
Struktur tulang dan pertumbuhan tubuh sapi yang maksimal sangat ditentukan oleh faktor genetik dan didukung oleh manajemen pakan yang tepat. Genetik unggul tidak akan memberikan hasil optimal tanpa nutrisi yang seimbang dan sesuai kebutuhan fisiologis sapi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pakan utama dan kadar nutrisinya menjadi patokan penting dalam pemeliharaan sapi, baik untuk penggemukan maupun pembibitan.
Pakan merupakan faktor utama yang memengaruhi pembentukan tulang, perkembangan otot, dan pertambahan bobot badan. Secara umum, pakan sapi terdiri dari hijauan sebagai sumber serat dan konsentrat sebagai sumber energi serta protein. Keseimbangan antara keduanya sangat penting untuk menjaga kesehatan rumen dan efisiensi pertumbuhan.
Protein berperan dalam pembentukan jaringan otot, sel tubuh, hormon, dan enzim. Kekurangan protein dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan bobot badan sulit meningkat.
Kebutuhan protein sapi berdasarkan fase pertumbuhan adalah sebagai berikut:
Sapi bakalan: 12–14%
Penggemukan intensif: 14–16%
Induk bunting atau laktasi: 14–18%
Sumber protein yang umum digunakan antara lain bungkil kedelai, bungkil kelapa, ampas tahu, serta hijauan leguminosa.
Energi berfungsi sebagai bahan bakar utama metabolisme tubuh dan mendukung pemanfaatan protein secara maksimal. Kekurangan energi menyebabkan protein digunakan sebagai sumber energi, sehingga pertumbuhan otot tidak optimal.
Kadar energi ideal dalam ransum sapi berada pada kisaran 60–70% TDN. Energi diperoleh dari bahan pakan seperti jagung, dedak padi, pollard, singkong, dan molases.
Serat sangat penting untuk menjaga keseimbangan mikroba rumen dan kelancaran sistem pencernaan. Serat juga membantu mencegah gangguan pencernaan akibat pakan konsentrat berlebih.
Kadar serat ideal dalam pakan sapi berkisar antara 18–25%. Sumber serat utama berasal dari rumput gajah, rumput odot, jerami fermentasi, dan silase.
Mineral berperan besar dalam pembentukan tulang, metabolisme, dan kesehatan sapi secara keseluruhan. Kekurangan mineral dapat menyebabkan tulang lemah dan pertumbuhan tidak proporsional.
Mineral
Fungsi
Kadar Ideal
Kalsium (Ca)
Pembentukan tulang
0,6–0,8%
Fosfor (P)
Metabolisme dan rangka
0,4–0,6%
Magnesium (Mg)
Sistem saraf dan enzim
0,2–0,3%
Natrium (NaCl)
Keseimbangan cairan
0,5–1%
Mineral biasanya diberikan dalam bentuk campuran mineral atau premix.
Vitamin berfungsi mendukung pertumbuhan, reproduksi, dan daya tahan tubuh. Vitamin yang paling dibutuhkan sapi antara lain vitamin A, D, dan E. Pemberian vitamin umumnya dilakukan bersamaan dengan mineral dalam bentuk premix.
Air merupakan komponen vital dalam pemeliharaan sapi. Ketersediaan air bersih yang cukup akan meningkatkan konsumsi pakan dan memperlancar proses pencernaan.
Kebutuhan air sapi berkisar antara 30–50 liter per ekor per hari, dan dapat meningkat pada kondisi cuaca panas atau sistem penggemukan intensif.
Manajemen pakan yang baik meliputi ketepatan jenis pakan, kadar nutrisi, waktu pemberian, serta konsistensi. Dengan pakan yang seimbang dan sesuai kebutuhan, potensi genetik sapi dapat dimaksimalkan sehingga pertumbuhan tulang kuat, otot berkembang optimal, dan produktivitas meningkat.
Kesimpulan
Pertumbuhan sapi yang optimal tidak hanya ditentukan oleh genetik, tetapi sangat bergantung pada kualitas dan manajemen pakan. Protein, energi, serat, mineral, vitamin, dan air harus diberikan dalam kadar yang tepat dan seimbang. Dengan manajemen pakan yang baik, pemeliharaan sapi menjadi lebih efisien dan menguntungkan bagi peternak dan pedagang.